# Selamat Datang di Website Resmi Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Papua . . .

TANTANG PENDIDIKAN DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0


Diposting oleh Admin, Kamis, 14 Maret 2019 |

Jayapura, Penjaminan Mutu Pendidikan (PMP) merupakan suatu proses sekolah untuk melakukan pembelajaran berdasarkan Standar Nasional Pendidikan (SNP). Sekolah yang dianggap bermutu jika sekolah tersebut telah mancapai SNP yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Berdasarkan undang – undang republik Indonesia nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional pada bab IV pasal 11 pasalnya menjelaskan “pemerintah dan pemerintah daerah wajib memberikan layanan dan kemudahan serta menjamin terselenggaranya pendidikan yang bermutu bagi setiap warga negara tanpa diskriminasi”.

Hal ini yang membuat Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Papua menyelenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) Penjaminan Mutu Pendidikan tahun 2019 yang melibatkan para pejabat Dinas Pendidikan dan pengajaran ditingkat Provinsi, kota dan kabupaten pada hari Selasa (12/3/2019) di Hotel Aston Kota jayapura.

Pada laporan ketua panitia penyelenggara Ponto Yelipele, M.Pd mengatakan” pentingnya sinergitas semua stakeholder baik pusat maupun daerah dalam meningkatkan mutu pendidikan di papua;” pungkasnya

Oleh karena itu LPMP Papua menganggap kegiatan rakor sangat penting agar semua perangkat daerah terutama dinas pendidikan dan kementerian agama serta pihak yang terkait lainnya dapat duduk bersama- sama mencari solusi atas mutu pendidikan di papua.

Ketua panitia juga menegaskan “kegiatan ini bertujuan untuk menyosialisasikan dan menjabarkan program penjaminan Mutu Pendidikan yang ada di LPMP pada tahun ini sehingga ada sinergitas dan kerjasama dengan pemerintah daerah demi terwujudnya pendidikan yang bermutu melalui pencapaian standar mutu di papua.” Ujarnya

Senada dengan hal tersebut dalam sambutan kepala LPMP Papua Drs. Adrian Howay, M.M mengatakan “Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi yang begitu cepat sehingga apa yang sudah kita lakukan belum mencapai apa yang menjadi harapan atau tuntutan saat ini”, ujarnya

dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi tersebut, maka kita semua mempunyai tanggung jawab besar dalam rangka menciptakan sumberdaya manusia yang berkualitas untuk dimasa yang akan datang.

Kepala LPMP Papua juga mengatakan “kita telah masuk dalam era revolusi Indistri 4.0 sehingga semua sektor baik sektor pendidikan, industri, sosial budaya dan ekonomi sudah menyesuaikan atas perubahan yang terjadi. Salah satu perubahan yang terjadi di pendidikan ialah adanya Kurikulum 2013 atau K13”katanya.

Perubahan kurikulum ini telah melalui proses yang sangat panjang yang melibatkan para tenaga ahli dibidang pendidikan serta mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga dapat menyesuaikan dengan kebutuhan sumberdaya manusia sekarang maupun yang akan datang.

Pemerintah juga terus berupaya memberikan program dalam rangka untuk meningkatakan mutu pendidikan salah satunya dengan program zonasi. Dengan program zonasi ini pemerintah daerah melakukan pemetaan wilayah daerahnya untuk sekolah SD, SMP dan SMA menjadi sekolah yang bagus sehingga dapat menampung siswa yang ada diwilayah zonasi tersebut.

Kepala LPMP juga mengingatkan kepada peserta Rakor “untuk segera mengirim data zonasi Melalui LPMP Papua, karena kementarian pendidikan dan kebudayaan telah menghimbau agar daerah papua segera mengirimkan data zonasi karena kedepan program peningkatan mutu, dan bantuan pemerintah atau dana alokasi khusus (DAK) nantinya akan mengacu pada zonasi sekolah”ujarnya

LPMP papua yang menjadi Unit Pelayanan Teknis (UPT) atau dapat dikatakan sebagai miniaturnya kementerian pendidikan dan kebudayaan yang ada di daerah harus mampu menangani persoalan -persoalan pendidikan lainnya seperti persoalan sertifikasi tenaga pendidik, karena menurut data yang diperoleh kementrian pendidikan dan kebudayaan masih banyak guru – guru di papua belum bersertifikasi sehingga diharapakan Dinas Pendidikan dan LPMP papua dapat mengatasi persoalan tersebut dengan memprogramkan kegiatan pelatihan dalam rangka untuk memenuhi kebutuhan tenaga guru yang tersertifikasi di daerah papua.

Diakhir sambutananya Kepala LPMP Papua mengharapkan “agar para pejabat eselon yang ada di papua dapat melakukan shering dana dengan pemerintah pusat untuk mengikutkan guru – gurunya dalam kegiatan Pelatihan Profesi Guru (PPG) dalam jabatan” imbuhnya

Dalam Rakor tahun ini para narasumber berasal dari Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Cendrawasih Dr. Nomensen Mambraku, Staf Ahli urusan pusat dan daerah bidang pendidikan kemendikbud Dr. James Modouw, Kepala LPMP serta para pejabat di struktural LPMP Papua. Dan para peserta berasal dari :

-          Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran Provinsi Papua

-          Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kabupaten/Kota Se-Papua

-          Kepala Bapeda Provinsi Papua

-          Kepala Bapeda Kabupaten/Kota Se-Papua

-          Kabid Pembinaan SMA Dinas Pendidikan Provinsi Papua

-          Kabid Pembinaan SMK Dinas Pendidikan Provinsi Papua

-          Koordinator Pengawas Sekolah Dasar Kabupaten/Kota Se-Papua

-          Koordinator Pengawas Sekolah Menengah Kabupaten/Kota Se-Papua

-          Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua

-          Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Kabupaten/Kota Se-Papua

sejumlah 121 orang. Pembukaan kegiatan ini resmi dibuka dengan ditandai pemukulan tifa oleh kepala LPMP Papua.

/Rwien


Komentar